Cita-Cita
Mungkin dulu kita pernah punya berbagai macam cita-cita yang
berubah tiap sebentar.
Dulu sekali, saat kita masih kecil. Saat sebagian besar dari
cita-cita yang kita impikan adalah elu-elu orang dewasa di sekitar kita, juga
cita-cita impian mereka yang belum mereka raih.
Mungkin dulu kita membayangkan akan menjadi ini atau itu
yang tampaknya sangat hebat.
Kemana saja kaki kita sudah melangkah untuk meraihnya? Sudah
sebanyak apa kita berjuang? Sudah sebanyak apa kita gagal lalu merasa bahwa
kita disiapkan untuk cita-cita lain?
Sudah berapa banyak kita melakukan kesalahan dalam
pencapaiannya? Sudah sebanyak apa kita sadar lalu berbenah? Atau diam
mengacuhkan kesalahan dan terus berada disana dengan perasaan nyaman?
Untuk setiap perubahan yang terjadi, sekalipun mengubah hidup
menjadi sangat dramatis, apabila itu baik, bersyukurlah. Karena Tuhan masih
sangat mencintaimu lewat sedikit kesakitan yang kau rasakan.
Untuk setiap perubahan yang masih terasa gemuruhnya dalam
dada, bersabarlah. Semua gemuruh akan teduh saat hatimu kembali utuh.
Bahwa cita-cita kita tak hanya seputar menjadi apa yang
tampak bagi status semata.
Bahwa menjadi lebih baik, adalah cita-cita yang sebenarnya.
Bahwa menjadi lebih baik, adalah cita-cita yang tidak boleh
berubah, selamanya.
Waskita Karya West Region Office,
Pekanbaru, Penghujung 2016
Comments
Post a Comment