Hujan Gemuruh Diluar Sana

Bukan sekali saia membuat title sesuka hati. Jadi jgn salahkan saia kalau ternyata tidak ada keterkaittan hubungan yang jelas antara judul dan isi cerita2 saia.

diluar sedang hujan. Kadang ada guruhnya. Lampu mati. Besok kuliah kayu sama statistika probabilitas. Jumat libur. Maulid nabi.

pelengkap artinya tak lengkap tanpanya. Dan mungkin itu sebagian nasib saia. Jadi pelengkap diantara sekompi pasukan pria di kampus. Kurangnya kuantitas membuat yang ada kurang mengalami perbandingan. Sehingga banyak yang kalap dan sikut2an menentukan target. Entah untuk apa. Jangan kira pria tak lebih hebat bergosip daripada wanita. Rasakanlah hari2 penuh gosip yang gemanya sulit reda.

surat cinta mungkin sudah tereliminasi dari daftar elemen cinta2an manusia zaman sekarang. Surat cinta yang terselip di motor yang sedang diparkir. Juga di tas yang sedang dititipkan saat masuk pustaka. Kalau saja bisa memilih alurnya begitu. Tapi penciptaan bernama sms menggantikan. Mudah dan cepat. Tapi kurang rasa. Tak perlu pula dikumandangkan dengan mic mushalla. Banyak manusia yang juga pernah jatuh cinta. Norak hanya membuat tatapan banyak mata.

banyak orang baik di dunia. Sehingga kebaikan dianggap biasa. Sedikit orang jahat. Maka kejahatan dinilai luar biasa. Tapi semua kebaikan ini terlalu banyak. Berlebih dan melimpah. Walau aku tak meminta dan tak mau menerima kebaikan yang ditawarkan. Bukan sombong dan tak butuh bantuan. Tapi saat terselip maksud, tersimpan harap. Maaf, saia tak bisa. Taukah, begini lebih baik. Jauhkan malu. Besok kita bertemu. Biar aku yang menyapa dulu.
terlalu tak adil sebuah keputusan menghentikan kebersamaan jenis yang lalu.

selimut saia mana?
tumbukan molekul air dan atap tetaplah simfoni. Fungsi selimut tak terganti.

Comments

Popular Posts