Saia Percaya

Saia percaya, kebahagiaan itu sudah ada kadarnya masing-masing. Saia juga percaya, ketika saia mendapatkan masalah bertubi-tubi, —banyak orang menyebutnya sial, tapi sejak kecil saia sekalipun tidak dibenarkan ibu saia mengucapkan kata ini—itu adalah prosedur yang akan membawa saia ke kebahagiaan yang besar. Karena saia percaya dengan keadilan. Saia percaya kalau Tuhan Maha Adil. Saia percaya ketika saia bersedih hari ini, maka saia sedang menabung untuk kesenangan di hari lain. Dan ketika saia belum berhasil hari ini, maka saia akan berhasil nanti. Dan mungkin saja kebelumberhasilan saia itu dianggap suatu keberhasilan di mata orang lain. Karena bisa jadi saia kurang mensyukuri yang saia punya, dan bisa juga karena melesetnya ekspektasi.

Mungkin saia sering mengeluh. Isi blog saia sampah dan sumpah serapah. Tapi saia sadari dan kenal dengan diri yang sudah belasan tahun saia pakai ini. Saia kenal sekali bahwa saia bukanlah tipe orang yang mudah sembuh, tapi cepat sembuh. Atau sebaliknya. Agak membingungkan, saia juga bingung. Tapi itu yang saia rasa. Hahaha...

Mudahnya begini. Ketika saia kecewa, saia bukanlah orang yang dalam hitungan menit bisa memerintah otak saia untuk mengambil positifnya, bangkit sekarang juga, jangan bersedih, kamu bisa dan sebagainya. Saia yang saia kenal adalah orang yang akan bangkit setelah jatuh tidak sedikit. Ketika saia luka, maka saia tidak merasakan sakit. Tapi saia akan merasa membutuhkan kesembuhan saat luka ditambah luka-luka lainnya. Jadi saia butuh masalah besar untuk benar-benar bangkit.
Lain kali saia akan mengisi ini di kolom ”kekurangan” seperti ini saat ada tes psikotes lagi.

Dan saat masalah besar datang, saia perlu bersedih. Haha.. buruk sekali kedengarannya ketika kesedihan menjadi kebutuhan. Tapi saia memang mempergunakan emosi dan perasaan yang diberikan Tuhan kepada saia dengan optimal. Menggunakan airmata agar ia tak kering juga. Haha..

Saia tidak suka disemangati orang lain disaat saia baru saja jatuh. Saia ingin ditemani, tapi jangan dinasehati. Jika ingin menasehati, lebih baik pergi atau saia yang pergi. Karena saia butuh nasehat pada esok harinya, ketika saia sudah sepenuhnya bisa setuju dengan nasehat dan masukan yang diberi. Karena dalam diam dan wajah yang ditekuk saia akan menjalani proses penyembuhan hati yang dilakukan oleh diri saia sendiri hari ini. Mungkin juga saia membutuhkan bantal dan saputangan saat ini. Haha.. Yah, kurang lebih saia butuh waktu setengah hari plus tidur di malam hari untuk bisa memprogram ulang, mengubah asumsi, mengubah sudut pandang. Dan besok, alhamdulillah... saia sudah sembuh, ibu dokter ^_^

Comments

  1. nice seperti biasa . emang mantap dah . cocok buat jadi pengganti HTR .

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts