Selamat Raya :)
Hello world. Kali ini saya ingin membeberkan rahasia paling cetar dekade ini. Saya sudah dua puluh tiga tahun! Waw! Banyak yah? Hihi :D
Waktu memang begitu cepat berlalu. Oh dear... sudah berapa banyak hari-hari terlewati dengan hanya tidur-tiduran lalu texting dan messaging. Atau tertawa lalu menangis. Belajar? Ya, juga ada. Tentang berbuat baik lalu jumawa atau buruk lalu menyesal dan bertaubat lalu melakukan kesalahan lagi dan meminta ampunan lagi? Ya juga ada. So this is life :)
Memang tidak ada perbedaan yang signifikan tentang bagaimana menjalani hari-hari. Tapi entah mengapa saya merasa ini adalah usia dimana ada tanggung jawab yang saya harus lekatkan dalam diri. Mungkin terlambat, tidak mengapa daripada tidak sadar diri. Tentang tanggung jawab terhadap apapun. Saya mulai takut dengan kesewenangan masa lalu dan mulai khawatir tentang segala bentuk tanggung jawab akan yang baik ataupun buruk yang harus saya pertanggungjawabkan.
Adalah ibu, ayah, rumah, keluarga, teman-teman, ayam-ayam di kandang, cabe-cabe dari putiknya di halaman. Segalanya mengingatkan saya bahwa hidup tak hanya sekedarnya. Ada yang patut diperjuangkan. Ada yang perlu direlakan. Ada yang berhak disyukuri. Ada yang harus diterima. Dan semuanya, harus dijalani. Ya, this is life :)
Ini adalah tahun kedua saya melewati hari ulangtahun dengan ‘rasa’ berbeda. Sudah dua kali. Saya merasa bahwa ulangtahun atau apapun itu, tak sewajarnya dihabiskan hanya dengan tertawa lalu menceplok telur atau berbahagia begitu rupa lalu melupakan sisi lain hidup yang tak patut dilupakan. Adalah keluarga, adalah ayah tercinta, yang telah dua tahun berkurang aktivitasnya. Mengalami sakit yang semoga Allah ridhoi untuk menghapuskan dosa-dosanya. Aamiin..
Tentang posting ini, sudah menari-nari di kepala saya sejak tahun lalu, sejak ulangtahun ke 22 dimana ayahanda sudah sakit. Tapi saya baru bisa menuliskannya sekarang. Karena sungguh di awal-awal tercabutnya suatu bentuk nikmat kesenangan, kita sungguh tak bisa melihat dunia dengan rela. Dan saya takut bercerita kala itu.
Ulangtahun ke 22 tahun lalu, saya kira beberapa hari sebelum Ramadhan. Ulangtahun kali ini, di dalam Ramadhan. Dan doa saya sejak tahun lalu belum berubah.
Ya Allah, sampaikanlah kami bersama-sama ke Ramadhan-Mu.
Ya Allah, izinkanlah kami untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan bersama.
Ya Allah, perkenankan kami hingga ke ujungnya untuk dapat merayakan hari raya.
Ya Allah, berikanlah hidup yang mulia hingga akhir yang baik bagi kedua orangtua hamba.
Ya Allah, pertemukanlah kami kembali sebagai keluarga dalam tempat terindah di sisi-Mu.
Aamiin...
Selamat hari raya Idul Fitri ^_^
Waktu memang begitu cepat berlalu. Oh dear... sudah berapa banyak hari-hari terlewati dengan hanya tidur-tiduran lalu texting dan messaging. Atau tertawa lalu menangis. Belajar? Ya, juga ada. Tentang berbuat baik lalu jumawa atau buruk lalu menyesal dan bertaubat lalu melakukan kesalahan lagi dan meminta ampunan lagi? Ya juga ada. So this is life :)
Memang tidak ada perbedaan yang signifikan tentang bagaimana menjalani hari-hari. Tapi entah mengapa saya merasa ini adalah usia dimana ada tanggung jawab yang saya harus lekatkan dalam diri. Mungkin terlambat, tidak mengapa daripada tidak sadar diri. Tentang tanggung jawab terhadap apapun. Saya mulai takut dengan kesewenangan masa lalu dan mulai khawatir tentang segala bentuk tanggung jawab akan yang baik ataupun buruk yang harus saya pertanggungjawabkan.
Adalah ibu, ayah, rumah, keluarga, teman-teman, ayam-ayam di kandang, cabe-cabe dari putiknya di halaman. Segalanya mengingatkan saya bahwa hidup tak hanya sekedarnya. Ada yang patut diperjuangkan. Ada yang perlu direlakan. Ada yang berhak disyukuri. Ada yang harus diterima. Dan semuanya, harus dijalani. Ya, this is life :)
Ini adalah tahun kedua saya melewati hari ulangtahun dengan ‘rasa’ berbeda. Sudah dua kali. Saya merasa bahwa ulangtahun atau apapun itu, tak sewajarnya dihabiskan hanya dengan tertawa lalu menceplok telur atau berbahagia begitu rupa lalu melupakan sisi lain hidup yang tak patut dilupakan. Adalah keluarga, adalah ayah tercinta, yang telah dua tahun berkurang aktivitasnya. Mengalami sakit yang semoga Allah ridhoi untuk menghapuskan dosa-dosanya. Aamiin..
Tentang posting ini, sudah menari-nari di kepala saya sejak tahun lalu, sejak ulangtahun ke 22 dimana ayahanda sudah sakit. Tapi saya baru bisa menuliskannya sekarang. Karena sungguh di awal-awal tercabutnya suatu bentuk nikmat kesenangan, kita sungguh tak bisa melihat dunia dengan rela. Dan saya takut bercerita kala itu.
Ulangtahun ke 22 tahun lalu, saya kira beberapa hari sebelum Ramadhan. Ulangtahun kali ini, di dalam Ramadhan. Dan doa saya sejak tahun lalu belum berubah.
Ya Allah, sampaikanlah kami bersama-sama ke Ramadhan-Mu.
Ya Allah, izinkanlah kami untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan bersama.
Ya Allah, perkenankan kami hingga ke ujungnya untuk dapat merayakan hari raya.
Ya Allah, berikanlah hidup yang mulia hingga akhir yang baik bagi kedua orangtua hamba.
Ya Allah, pertemukanlah kami kembali sebagai keluarga dalam tempat terindah di sisi-Mu.
Aamiin...
Selamat hari raya Idul Fitri ^_^
Comments
Post a Comment