Mau Sakit Rasa Apa?
hai! oh meeeeen! that was me! hahaha. iya itu saya, sungguh terlihat menyedihkan ya. hihii.
ini judulnya latepost paling iyuh sedunia.
cerita punya cerita, saya dihubungi oleh panitia IMC 2013. sebuah konferensi yang diadakan sebuah kampus di Jakarta yang saya ikut tahun lalu sebagai delegasi Provinsi Riau. pada saat itu tidak semua perwakilan dari seluruh provinsi ada, mungkin karena keterbatasan info.
sehinggaaaaa, tahun ini panitia kegiatan serupa tapi berganti nama menjadi ICN 2014 sangat getol menyebarkan info tentang kegiatan ini. agar seluruh provinsi mengirimkan delegasinya. lalu, bertubi-tubilah email dan telpon yang saya terima dari panitia ICN 2014 ini untuk mempublikasikan acara tersebut. tentunya dengan sedikit paksaan untuk mengirimkan junior di tahun ini. to be honest tentu saja sangat mengecewakan dan memalukan apabila Riau tidak mengirimkan delegasinya di konferensi ini. kegiatannya sangat menarik, bermanfaat dan mengasah ketajaman berpikir kita untuk berkontribusi dalam kemajuan daerah masing-masing. semua biaya ditanggung panitia kok, jadi mau punya alasan apa lagi. dengan menyiapkan proposal sosial project pun tak sanggup? terlalu.
ini kegiatan IMC 2013 tahun lalu. saya tentunya yang paling cantik. *abaikan foto paling atas*
kemudian IMC menyisakan cerita penuh semangat dan menggelora. lalu kita masuk ke hikmahnya. dalam keadaan jauh dari rumah, tidak ada keluarga, ujian datang tiba-tiba. harusnya sih ngasitau dulu gitu ya, biar saya bisa pulang dulu ke pelukan emak.
tapi pada ingat kan sama doa mau tidur? hidup dan mati kita ada pada Allah.
saya mendadak sakit. tetengah malam, sakit perut, di kampung orang, tanpa keluarga, kehilangan orientasi arah, yang kalo nekat keluar pasti nyasar. yay! amazing!
inilah teguran dari Allah untuk saya. sungguh sakit itu ga enak. ga enak banget. semoga Allah perkenankan ampunan bagi dosa-dosa di kala sehat. walaupun belum juga ngerasain gimana sakitnya beranak, udah berani bilang sakit ga enak nih saya. ya soalnya belum pernah beranak sih, jadi gimana donk? :p
sakit yang mengharuskan kamu berbicara dengan berbisik saja, atau otot perutmu akan bergerak dan tertarik, lalu kamu akan merasakan sakit yang hebat.
jangan sampai kamu terbatuk atau jangan ada yang memberi lelucon. sungguh tidak menyenangkan sekalipun. karena perutmu akan sakit!
memang tak terbayang seperti apa sakitnya perut disayat pisau di meja operasi karena bius sudah lebih dulu melumpuhkanmu.
tapi masih terkenang sakitnya ketika kamu kehilangan hak asasimu! dengan apa yang dilakukan dokter-dokter pria itu untuk hal-hal yang kamu jaga untuk kehalalannya! *pegang parang*
pesan: jangan pernah sakit selain demam batuk pilek. minimal jangan sakit selain itu sebelum menikah. kalau sakit, berobatlah ke dokter sesama jenis.


Comments
Post a Comment