Berjalanlah

Adalah hati, yang tengah merindu sesuatu yang tak tampak, hanya ingin menghabiskan masa dengan menekuri bayangan-bayangan lalu.

Diam dan menyendiri sungguh akan membuatmu cepat mati (kalau saja kematian bisa dilogikakan oleh perhitungan-perhitungan, yang nyata-nya semua hanyalah semudah kun-fayakun saja olehNya).

Namun begitulah tidak baiknya menyendiri dalam keadaan tidak sehat, lahir dan bathin.

Ketika banyak sekali kesalahan lalu yang ingin diperbaiki, tindakan buruk yang ingin dihapus, kejadian-kejadian yang ingin diulang, dan penyesalan-penyesalan yang teramat berat, namun kenyataan menyadarkanmu bahwa kau tidak bisa kembali pada masa lampau, berjalanlah. Berjalanlah. Bawalah tubuhmu berjalan. Jangan lupa sertakan mata dan kosongkan sedikit ruang di otak dan hatimu dari penyesalan-penyesalan itu. Agar perjalananmu dapat membawa kesembuhan.

Bangun dan berangkatlah kerja tanpa tergesa-gesa (apabila bekerja, ya saya bekerja).
Lihatlah jalanan di depan seluasan pandanganmu.

Apakah kakek-kakek yang sudah bungkuk renta namun masih mengayuh sepedanya di tepi jalan ramai dengan menyampirkan tas peralatan di pundaknya  membuatmu tidak berpikir?

Apakah ibu-ibu yang meneduhkan wajahnya dari silau matahari sambil menyapu jalanan membuatmu masih tidak berpikir?

Apakah anak-anak kecil yang mari kita abaikan latar belakang dan tujuannya berdiri meminta-minta atau menjajakan koran di lampu merah membuatmu masih tidak mau berpikir?

Apakah seorang ayah dari sebuah keluarga yang otot-ototnya berkilat oleh keringat sambil menarik gerobak berisi kardus dan botol-botol minuman kosong itu juga masih tidak membuatmu sadar?

Apakah orangtuamu, yang kau salami dan kau ciumi sebelum berangkat sambil memohon didoakan juga masih membuatmu lupa?

Bahwa hidup lebih besar dari kesedihanmu, bahwa cinta yang kau rasakan hari ini bisa saja menjadi jauh lebih bermakna nanti, bahwa sedih dan kecewamu kini bisa saja menjadi kenangan yang membuat hatimu bahkan tidak  lagi bergeming nanti.

Bahwa hidup haruslah tetap berjalan.

Pekanbaru,
Agustus 2016

Comments

Popular Posts